Tuesday, April 10, 2012

UTS Pedagogi

5 comments:

  1. Pedagogi sudah ada sejak dulu, namun system yang dipakai masih merupakan pedagogi tradisional. Pedagogi tradisional bermakna seorang budak ( pembantu rumah tangga) yang mengawasi pengajaran putra tuan atau majikannya. Pedagogi berasal dari bahasa yunani paidagōgeō dimana paÍs itu genitif, paidos berarti “anak’ dan àgÔ berarti ‘ memimpin anak Kemudian pedagogi terus mengalami prekembangan sampai pada akhirnya muncul pedagogi modern. Dalam makna modern, istilah pedagogy dalam bahasa inggris merujuk kepada teori pengajaran, dimana guru bukan hanya berfokus untuk mengawasi dan memberikan teori pengajaran namun berusaha memahami bahan ajar, mengenali siswa, dan menentukan cara mengajarnya. Sebetulnya istilah pedagogy ini tidak bisa bersifat menetap namun berkembang sesuai jaman apalagi adanya pengenalan teknologi informasi ke sekolah-sekolah yang mengharuskan perubahan-perubahan dalam pedagogi karena adanya tuntutan guru untuk mengapdosi metode-metode mengajar yang difasilitasi oleh teknologi baru.
    Pandangan tradisional memposisikan pedagogi sebatas seni mengajar atau mengasuh namun sekarang pedagogi dilihat dari dua perspektif yaitu sebagai seni dan ilmu. Walaupun kita mengakui bahwa pedagogi sebagai ilmu pengetahuan dan terdefinisi secara spesifik tentu definisi juga akan mengamit dimensi seni, teori, praktik mengajar dan belajar.
    Beberapa definisi yang terkait dengan pedagogi sekarang ini;
    1. Pengajaran, yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang , mengawasi dan menfasilitasi pengembangan untuk anak didik.
    2. Belajar, yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan.
    3. Hubungan mengajar yang mengandung dorongan untuk minat, misalnya dengan melakukan penelitian sederhana. Hal itu dilakukan oleh siswa dibimbing oleh guru.
    4. Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, yaitu sebagaimana yang dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non-formal.
    Menurut saya, selama perkuliahan yang saya dapatkan ini sudah dapat dikategorikan sebagai pedagogi modern dikarenakan ;
    1. E-learning , dimana kita melakukan pertukaran informasi yang tidak mengenal ruang dan batas waktu. Kita disuruh untuk bertukar pikiran melalui satu jaringan yang membuat kita berpikir secara kritis dan mandiri tentang suatu fenomena yang diberikan. Saat diberikan tugas ini, saya memahami bahwa adanya terjadi prinsip pedagogis modern dan praktis yang diberikan. Disini, pengajar berusaha memahami apa yang kita butuhkan untuk mentransfomasikan dan berusaha menfasilitasi anak didik. Para anak didik tidak menyukai pengajaran hanya sebatas teori yang bersifat kaku namun lebih kepada pengajaran yang bersifat praktek dan praktis.
    2. Pemberian tugas untuk melakukan penelitian sederhana di luar lingkungan pengajaran kelas dalam bentuk mengajar anak didik. Tugas ini berfungsi untuk mengembangkan minat dan keingintahuan untuk menerapkan teori yang dipelajari kepada lingkungan yang lebih nyata. Metode ini akan membuat kita lebih mengerti akan teori tanpa harus terpaku untuk membaca dan menghafal textbook secara monoton.
    3. Pengajaran di dalam kelas juga sering diberikan motivasi untuk pengembangan kemandirian dan inisiatif, misalnya pendidik sering bertanya tentang pendapat masing-masing mengenai teori yang sudah dibaca. Pernyataan “Salah atau benar” bukanlah menjadi masalah namun inisiatif lah yang harus dikembangkan ketika pertanyaan dilontarkan. Kemandirian juga dikembangkan saat jawaban teori tidak hanya terpaku pada satu textbook namun bisa juga dari berbagai text book lainnya yang kita dapatkan.
    4. Awal pengajaran juga pernah diberikan permainan dimana pengajar ingin mengetahui minat dan berusaha memahami apa yang dibutuhkan ketika minat itu dilontarkan. Permainan merangsang spontanitas dari setiap anak didik.

    ReplyDelete
  2. 2. jelaskan tentang konsep micro teaching kelompok adinda. Kemudian sertakan kajian teori yang mendukung menurut pendapat pribadi anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsep Micro teaching Kelompok 3 :
      Anggota :
      - Sri Rizki Amanda (10-017)
      - Wieny Delvonia (10-032)
      - Irene Anastasya (10-041)
      - Fatimah Lubis (10-050)
      - Nurul Mukhlisah (10-117)
      - Rocky Sihite (10-124)
      1. Lokasi

      TK NURMALA, Jalan Yos Sudarso
      2. Waktu

      19 April 2012

      3. Rencana Kegiatan
      yang disesuaikan tema : Kebudayaan
      - Pembukaan yang dibawakan oleh Guru TK, dan Perkenalan
      - Nyanyi bersama (Lagu Daerah)
      - Cerita Legenda
      - Evaluasi dari cerita legenda
      - Nyanyi sebagai penutupan
      - Pembagian hadiah untuk anak-anak

      5. Perlengkapan

      - Kamera
      - Alat tulis
      - Hardcopy legenda
      - Laptop
      - Gitar

      6. Rincian Biaya

      - Reward, total : Rp 114.500,00, berupa :
      a. Susu UHT 1 Dus Rp 84.000,00
      b. 1 Tango Kaleng Rp 27.500,00
      - Ongkos : @Rp 6000,00 x 6 = Rp 36.000,00 (Pergi-Pulang)
      Jumlah : Rp 150.000,00
      7. Peserta
      Yang akan menjadi peserta dalam mengikuti microteaching ini adalah 10 anak yang terdiri dari anak KB (Kelompok Bermain) dan 10 anak TPA (Tempat Penitipan Anak).
      Micro teaching adalah suatu tindakan atau kegiatan belajar- mengajar dalam situasi laboratories (Sardiman).
      Cirri-ciri dari micro teaching :
      1. Jumlah subyek belajar sedikit sekitar 5-10 orang
      2. Waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit
      3. Komponen mengajar yang dikembangkan terbatas
      4. Sekadar real teaching

      Maksud dan tujuan micro teaching
      Maksud yaitu meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar.
      Tujuan adalah membekali calon guru sebelum sungguh-sungguh terjun ke sekolah tempat latihan praktek kependidikan untuk praktek mengajar (Sardiman,
      Dalam konsep microteaching ini, kami akan membawakan tema kebudayaan yang ada di Indonesia kepada anak-anak yang kami jumpai. Kami memilih tema tersebut karena bahan pelajaran untuk bulan ini yang dibutuhkan anak adalah mengenal tentang kebudayaan dan kami merasa memang anak-anak perlu diajarkan untuk mengenal kebudayaan dan melestarikan. Konsep ini diajarkan untuk mengajak anak-anak untuk lebih mencintai kebudayaan yang ada di tanah air. Dalam pengajaran ini, kami ingin menerapkan prinsip pedagogis.
      Menurut Addine (2001) ;
      1. Berorientasi mengkombinasikan karakter kolefktif dan individual pendidikan serta penghormatan terhadap kepribadian siswa.
      2. Merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses karena didasarkan pada kesatuan dialektis dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya.
      3. Domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering. Ini menyiratkkan bahwa proses harus terstruktur berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia : kemungkinan mengetahui dunia sekitar dan dunia nya sendiri serta perasaan dan tindakan menjadi terpengaruh oleh dunia itu.
      4. Aspek kepribadian dibentuk dan dikembangkan aktivitas melalui proses komunikasi.
      Untuk menerapkan ini maka konsep mengajar harus merupakan ilmu dan seni. Pengertian dari konsep ini adalah mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dengan menggunakan media tertentu.
      Kalau menurut saya pribadi, konsep kami dengan landasan teori sudah cukup terarah untuk mendorong minat dari siswa dan mampu menerapkan prinsip dari pedagogis walaupun konsep itu belum termasuk sempurna dan harus diperbaiki untuk lebih matang lagi karena belum sepenuhnya prinsip pedagogis dapat diterapkan. Proses belajar yang tidak hanya mengandalkan teori tentang “definisi kebudayaan” namun bagaimana membuat anak-anak itu memahami pentingnya pengetahuan tentang kebudayaan yang dikemas dengan salah satu cara yaitu menceritakan cerita daerah ( bahan ajar dijadikan menarik sebagai ilmu dan seni). Konsep kami juga dimaksudkan agar domain kognitif dan afektif tidak menjadi suasana yang kering jadi kami membawa mereka lebih dalam kondisi “fun”. Tujuan kami ingin mengembangkan kepribadian dari anak siswa melalui komunikasi dimana kita membuat setelah menceritakan tentang suatu daerah maka dilakukan evaluasi mengenai cerita tersebut oleh anak didik.

      Delete
  3. 3. Coba jelaskan dengan ilustrasi konkrit berkaitan dengan hal ini : Proses belajar yang tidak hanya mengandalkan teori tentang “definisi kebudayaan” namun bagaimana membuat anak-anak itu memahami pentingnya pengetahuan tentang kebudayaan yang dikemas dengan salah satu cara yaitu menceritakan cerita daerah ( bahan ajar dijadikan menarik sebagai ilmu dan seni). Konsep kami juga dimaksudkan agar domain kognitif dan afektif tidak menjadi suasana yang kering jadi kami membawa mereka lebih dalam kondisi “fun”.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu dari prinsip pedagogis adalah menjaga antara domain kognitif dan afektif tidak menjadi suasana yang kering. Oleh karena itu proses harus terstruktur dan memungkinkan agar mengetahui dunia dan sekitarnya. Berdasarkan prinsip ini, saya merasa harus membawa anak-anak didik tersebut belajar lebih dalam kondisi yang lebih menyenangkan. Anak didik diberi suatu cerita legenda tentang budaya aceh yang membuat mereka tahu “apa itu budaya secara umum dan kenapa budaya itu terkenal di aceh” (salah satu budaya di Indonesia) yang harus mereka pelihara dan cintai namun dalam susunan yang terstruktur agar cerita tersebut dapat menyampaikan maksud dan tujuan kita. Proses belajar yang tidak hanya menekankan teori tentang “ definisi kebudayaan” -> kebudayaan adalah sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang sering disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.. Kami memberikan cerita legenda di aceh ini juga bertujuan untuk menyampaikan isi pesan yang akan menumbuhkann nilai moral dan sosial mereka. Nilai moral dan sosial yang mereka miliki akan berguna untuk diri mereka sendiri dalam membentuk kepribadian yang lebih sehat kedepannya. Lebih ‘fun’ sudah pasti karena anak-anak suka banget mendegarkan cerita apalagi mengenai fabel ( bukan hanya ilmu tersampaikan, tetapi seni juga tersampaikan).

      Delete